Packaging atau kemasan merupakan wadah atau tempat yang digunakan untuk membungkus suatu produk. Kemasan dapat membuat makanan mudah disimpan, dipegang dan juga diidentifikasi. Selain itu, kemasan dapat membantu melindungi produk dari tumpahan maupun dari kerusakan.
Adapun fungsi dari kemasan antara lain :
 
1. Mempromosikan dan menjual produk
2. Menentukan identitas produk
3. Memberikan informasi
4. Mengekspresikan kebutuhan
5. Memastikan penggunaan yang aman
6. Melindungi produk
Kemasan yang tepat dapat membantu melindungi produk dari kemungkinan terjadinya kontaminasi, kerusakan, gangguan dan pembusukan. Selain itu penggunaan kemasan terhadap produk dapat melindungi produk itu sendiri saat produk dalam masa pengiriman maupun penyimpanan. Tren dari packaging ada tiga, yakni aseptic packaging, enviromental packaging dan cause packaging. Aseptic packaging yakni teknologi yang menjaga makanan segar tanpa pendingin dalam waktu yang lama. Enviromental packaging yakni penggunaan kemasan yang berasal dari bahan daur ulang dan less plastic serta aman bagi lingkungan. Sedangkan cause packaging yakni yang berhubungan dengan penyebab sosial dan ekonomi.
 
Label merupakan suatu tag yang berisi informasi tentang produk yang tercetak atau melekat pada kemasan atau pada produk itu sendiri. Informasi yang tercantum pada label antara lain nama produk, berat/volume, komposisi, cara penyimpanan, tanggal expired, nama dan alamat pabrik serta informasi nilai gizi.
 
Salah satu packaging atau kemasan yang populer saat ini adalah aluminium foil. Aluminium foil pertama kali digunakan pada tahun 1910 sebagai pembungkus tanaman. Pada tahun 1913, aluminium foil digunakan sebagai pembungkus permen dan permen karet di Amerika Serikat. Aluminium foil sendiri merupakan lapisan dari “Alloy” yang mengandung 99,4% aluminium. Aluminium foil ini memiliki beberapa keunggulan dibanding dengan kemasan yang lain, yakni lentur, fleksibel, mudah dibentuk sesuai fungsi kemasan, menarik perhatian pembeli, kedap udara, air dan lemak, dapat menjadi penghantar panas yang baik, tidan beracun serta tidak mempengaruhi rasa dan bau. Selain memiliki kelebihan, aluminium foil juga memiliki kekurangan yakni dapat rusak karena pengaruh asam, garam dan logam berat.
 
Sebagai bahan pengemas, aluminium foil dapat berbentuk retort puch yakni kemasan yang berbentuk pouch  atau kantung yang digunakan untuk mengemas produk pangan siap santap. Lapisan retort pouch terdiri dari poly propylene yang merupakan lapisan paling belakang. Setelah itu terdapat lapisan nylon, aluminium foil dan polyester yang merupakan lapisan paling depan. Aluminium foil dapat digunakan untuk mengemas produk sayur dan buah, produk daging, ikan dan kerang, produk susu, dan produk minuman lainnya. Dalam pengemasan buah, terlebih dahulu dilapisi enamel untuk mencegah terjadinya akumulasi gas hidrogen yang dapat menyebabkan terbentuknya gelemhung gas dan juga karat

Leave A Comment