Minggu, 17 Maret 2019

Tim Mahasiswa TIP UISI menjadi Finalis di U-GO Health Competition 2018



Ponorogo – Mahasiswa Teknologi Industri Pertanian UISI menjadi salah satu finalis dalam U-GO Health Competition 2018. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Darussalam Gontor pada Sabtu (15/12).

U-GO Health Competition 2018 dengan tema “Food Safety Management to Achieve Good Health and Well Being” merupakan kolaborasi dari beberapa program studi yang ada di Fakultas Ilmu Kesehatan UNIDA Gontor yaitu K3, Gizi, dan Farmasi. Kegiatan ini menjadi agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Kesehatan UNIDA Gontor. Berawal dari mengirim abstrak yang kemudian diseleksi untuk bisa mengirimkan proposal, akhirnya diambil 6 proposal terbaik sebagai finalis dari seluruh universitas di Indonesia dan dapat mempresentasikan hasil karya yang dimiliki langsung di UNIDA. Universitas yang beruntung tersebut antara lain, Universitas Internasional Semen Indonesia, Universitas Indonesia, Universitas Sebelas Maret, dan Universitas Darussalam.


Dengan mengangkat judul “Pengaruh Suhu dan Waktu penggorengan terhadap Mutu Keripik Apel Menggunakan Penggorengan Vakum” mengenai kualitas dan mutu produk pangan menjadikan tim yang terdiri dari Ayu Indriana Devi, Yunita Sasmi Taradipa, dan Erni Tsania Maulida sebagai finalis. Walaupun demikian, ini menjadi satu pengalaman yang berharga bagi tim ini karena mendapat kesempatan untuk bisa berkompetisi dengan mahasiswa-mahasiswa dari universitas yang termasuk dalam universitas terbaik Indonesia. 

Jumat, 22 Februari 2019

Mahasiswa TIP Menjadi Delegasi di Lokakarya Standar Mitigasi Perubahan Iklim oleh Climate Institute



Malang – Mahasiswa Teknologi Industri Pertanian (TIP) Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) ikut serta dalam lokakarya bertajuk “Memahami Standar Mitigasi Perubahan Iklim dalam Komitmen NDC Indonesia” yang diadakan oleh Climate Institute dan Friedrich Nauman Foundation Indonesia (FNF-Indonesia) selama 3 hari di Atria hotel, Malang.



Lokakarya Standar Mitigasi Perubahan Iklim di hadiri oleh 21 peserta terpilih dari institusi yang berbeda-beda di seluruh Indonesia. Acara tersebut mengajak peserta untuk memahami bagaimana standar mitigasi perubahan iklim dan langkah-langkah pemerintah dalam menangani isu tersebut di Indonesia.

Hari pertama, Jum’at (8/2), diisi dengan sejumlah pembicara dari pihak Climate Institute dan FNF Indonesia mengenai urgensi memahami perubahan iklim dan dampaknya untuk Indonesia. Pembicara Billy Ariez dari Climate Institute  mengungkapkan bahwa faktanya permasalahan lingkungan kurang menarik dibanding masalah ekonomi dan korupsi bagi masyarakat umum. Dalam hal ini, penting bagi generasi muda untuk mengangkat isu ini lebih membumi di setiap perilaku masyarakat di Indonesia. 


Berbeda dengan hari pertama, acara hari kedua, Sabtu (9/2), lebih banyak diisi dengan presentasi dan diskusi mengenai bagaimana menentukan standar mitigasi perubahan iklim. Penentuan Standar Mitigasi iklim dimulai dengan memahami perhitungan metodologi untuk estimasi emisi yang akurat dan transparan lalu dilanjut dengan pemaparan dan diskusi langkah yang harus diambil oleh Indonesia untuk mencapai target dalam komitmen National Determined Contribution(NDC).


Hari pertama dan kedua sebagai pembuka pola pikir peserta mengenai masalah lingkungan dan langkah-langkah yang harus dihadapi. Sedangkan hari ketiga, Minggu(10/2), sebagai acara pamungkas diisi oleh  Pak Buddie dari Dinas Lingkungan Hidup kota Malang. Beliau memaparkan kondisi riil dan tantangan-tantangan dalam menangani salah satu wilayah di Indonesia di bidang lingkungan. 

Dari serangkaian acara ditutup dengan kuis untuk peserta mengenai pemahaman terhadap standar mitigasi perubahan iklim yang telah dipaparkan selama 3 hari 2 malam




Delegasi Mahasiswa TIP-UISI menghadiri Musyawarah Kerja Nasional FORAGRIN di Universitas Gadjah Mada



Yogyakarta – Anggota FORAGRIN Teknologi Industri Pertanian UISI menghadiri Musyawarah Kerja Nasional Forum Agroindustri Indonesia (FORAGRIN) 2019. Kegiatan ini diselenggarakan di Universitas Gadjah Mada pada Sabtu (16/2) dan Minggu (17/2).

Musyawarah Kerja Nasional atau yang biasa disebut dengan Muskernas ini merupakan agenda rutin FORAGRIN yang diadakan satu tahun sekali. Kegiatan ini diadakan untuk membahas program kerja yang akan dilakukan oleh FORAGRIN selama satu periode tersebut. Pada Muskernas kali ini, ada beberapa agenda yang dilakukan oleh anggota FORAGRIN selama dua hari. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari delapan Universitas se-Indonesia. Universitas yang hadir yaitu Universitas Internasional Semen Indonesia, Universitas Brawijaya, Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Jember, Institut Pertanian Bogor, Universitas Djuanda Bogor, Universitas Udayana, dan UNIDA Gontor. Dari perwakilan Universitas Internasional Semen Indonesia sendiri dihadiri oleh tujuh orang mahasiswa Teknologi Industri Pertanian.


Di hari pertama, anggota FORAGRIN melakukan kunjungan di pabrik gula Madu Kismo yang berlokasi di Bantul. Saat berkunjung peserta tidak dapat menyaksikan kegiatan produksi gula karena pabrik sedang tidak dalam waktu untuk berproduksi.  Disana kami dijelaskan juga mengenai sejarah pabrik Gula Madu Kismo. Setelah melakukan kunjungan ke pabrik, kegiatan dilanjutkan dengan agenda tour kampus ” Ungkap Nindi.

Lalu pada hari yang sama kegiatan dilanjutkan dengan agenda rapat yang membahas mengenai program kerja yang akan dilakukan FORAGRIN selama satu periode. Di hari kedua, anggota FORAGRIN kembali melakukan agenda rapat lanjutan membahas program kerja FORAGRIN periode 2019.

Selaku ketua FORAGRIN UISI 2019, Betha Rachmawati (TIP-03) mengungkapkan bahwa dari hasil Muskernas kali ini program kerja yang akan dilakukan FORAGRIN UISI periode 2019 akan lebih banyak dari periode sebelumnya. Harapannya, semoga kepengurusan FORAGRIN UISI 2019 bisa mengemban tugas dengan baik dan dapat mengembangkan FORAGRIN lebih baik lagi.


Minggu, 16 Desember 2018

2 Tim Mahasiswa TIP UISI Lolos 10 Besar Lomba UNIVATION 2018 di Universitas Padjadjaran




Gresik - 2 tim mahasiswa Teknologi Industri Pertanian UISI lolos 10 besar dalam National Business Plan Competition 2018 "Bringing Out Food Fermentation Products to Into a Nowadays Culinary". Dua tim yang beranggotakan Gresita Fitaloka Sari, Nur Laili Hidayatin, Achmad Fahmi Indramanto, Layliya Ramadhina Putri Afandi, Cahya Ningrum dan Andika Puspita Sari diundang ke Universitas Padjadjaran untuk mengikuti serangkaian acara lomba UNIVATION.

Kegiatan UNIVATION diisi dengan Seminar Nasional "Hyping Up Fermentation Product to Enhance Variety of Food Product", kemudian presentasi lomba dan terakhir kegiatan expo. Dalam ajang UNIVATION 2018 sebanyak 10 tim terbaik dari seluruh universitas di Indonesia dipilih menjadi 10 besar  finalis dan bersaing antara lain, Universitas INternasional Semen Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Trisakti School of Management, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, Universitas Nadalas dan Universitas Ahmad Dahlan.

Pelaksanaan UNIVATION 2019 berupa kegiatan expo bazaar dimana juga menjadi salah satu aspek penilaian. Tim dari UISI menyajikan makanan berupa Riwofy Roll atau risoles inovatif dan Yutub atau yoghurt dari umbi ganyong. Dalam kegiatan expo masing-masing tim membawa produk minimal sebanyak 30 produk yang nantinya dijual.  Para perwakilan tim mengungkapkan pengalamannya masing-masing mulai dari senang berjalan-jalan, melatih softskill dan public speaking, dan bangga dapat membawa nama TIP UISI dievent nasional.


Sabtu, 08 Desember 2018

FORAGRIN TIP UISI Berkesempatan Menjadi Tuan Rumah Pelaksanaan IASLS 2018


Gresik – FORAGRIN yang memiliki kepanjangan Forum Agroindustri Indonesia merupakan organisasi nasional yang menyatukan mahasiswa jurusan Teknologi Industri Pertanian dari berbagai universitas di Indonesia. FORAGRIN Pusat tahun ini memiliki agenda yaitu IASLS (Indonesian Agroindustry Student Leaders Summit). IASLS merupakan acara yang didalamnya terdapat beberapa kegiatan dimana intinya adalah pergantian pengurus atau reorganisasi.
                Tahun ini FORAGRIN UISI mendapatkan kesempatan untuk menyelenggarakan kegiatan IASLS di kampus tercinta, Universitas Internasional Semen Indonesia. Kegiatan ini dihadiri oleh delegasi dari berbagai universitas yang tergabung di FORAGRIN antara lain  Universitas Brawijaya, Universitas Gadjah Mada, Institut Pertanian Bogor, Universitas Udayana, Universitas Djuanda, Universitas Jember, Politekik Negeri Ketapang, Universitas Jambi dan Universitas Tribuana Tungga Dewi. Kegiatan dihari pertama adalah ramah tamah yang diadakan di kampus C Universitas Internasional Semen Indonesia. Kegiatan ramah tamah diisi dengan game untuk memperkenalkan anggota FORAGRIN dari masing-masing universitas. Kemudian dihari kedua, diisi dengan seminar bertema peternakan dan mendatangkan pemateri dari Ternaksia. Setelah kegiatan seminar dilaksanakan dilanjutkan dengan sidang membahas AD/ART, GBPK dan GBHO. Kegiatan selanjutnya dihari ketiga masih tetap melanjutkan agenda dihari kedua, namun sebelum itu ada kegiatan tour campus UISI kunjungan industri ke PT. Kelola Mina Laut. Lalu setelah itu, dilanjutkan sidang lagi dan diakhiri dengan pergantian pengurus dari yang lama ke yang baru.

Gambar 1. Kegiatan ramah tamah di kampus C UISI 

Gambar 2. Delegasi dari Universitas Jambi berada di stand Sinom Brengos saat
kegiatan tour campus

 Gambar 3. Kunjungan industri di PT. Kelola Mina Laut

Gambar 4. Kondisi selama persidangan berlangsung

Sabtu, 01 Desember 2018

2 Mahasiswa TIP UISI Mengikuti International Student Gathering on Agroindustry (ISG) 2018


International Student Gathering on Agroindustry (ISG) 2018 merupakan acara gabungan dari 5th International Conference on Agroindustry (IcoA) yang di laksanakan di Denpasar, Badung, Bali. Acara tersebut dihadiri oleh beberapa negara tetangga di Asia, yaitu Myanmar, Thailand, Jepang dan tentu saja Indonesia. ISG dilaksanakan selama dua hari pada tempat yang berbeda. Pada hari pertama, yaitu selasa (25 September 2018) acara bertempat di Universitas Udayana Denpasar, agenda pertama pada hari itu adalah pembukaan serta perkenalan dari masing-masing individu peserta yang terlibat dan diskusi kecil mengenai tema besar yang diusung, yaitu Sustainable Agriculture. Setelah break untuk makan siang kemudian dilanjutkan dengan kegiatan field trip ke Eco Bali recycling dan POD chocholate. Eco Bali recycling merupakan sebuah tempat pengepul dan pengolahan limbah yang dapat di daur ulang, seperti botol plastik PET, kemasan tetra pack, kardus, botol kaca bekas dan sterofoam. Disana pengolahan hanya dilakukan pada kemasan tetra pack, gelas plastik dan sterofoam yang digunakan menjadi bahan pengganti plester pada dinding. Kemudian untuk botol kaca dilakukan penghancuran yang kemudian diolah kembali menjadi gelas kaca yang dapat digunakan untuk konsumsi sehari-hari. Untuk kemasan PET akan di distribusikan ke Jawa karena di Bali tidak ada sistem untuk pengolahannya. Setelah dari Eco Bali recycling kemudian dilanjutkan menuju POD Chocholate, disana dijelaskan bagaimana proses produksi coklat, kemudian bagaimana sama-sama mendapat keuntungan antara POD chocholate dengan petani cacao di Bali. Disana kami juga berkesempatan untuk menyicipi 20 jenis coklat yang telah di produksi oleh POD Chocholate dan menghias coklat yang kemudian dapat dibawa pulang untuk oleh-oleh. Kegiatan hari itu berakhir dengan makan malam di salah satu restoran yang ada di Kuta, Bali.
Gambar 1. Peserta ISG 2018

Gambar 2. Peserta ISG 2018 di POD Chocholate

Pada hari kedua, yaitu Rabu (26 September 2018) semua peserta ISG mengikuti opening dan plennary sesion IcoA 2018 yang bertempat di Anvaya Beach resort, Bali. Terdapat banyak pembicara besar yang hadir pada kegiatan tersebut, tidak hanyak dari Indonesia namun dari Taiwan, Filipina, dan Jerman yang membahas tentang kegiatan yang telah dilakukan di Negara nya untuk dapat mencapai Sustainable Agriculture. Kegiatan tersebut berlangsung hingga break makan siang, yang kemudian dilanjutkan dengan kegiatan diskusi mengenai Sustainable Agriculture oleh peserta ISG 2018 di Eden Hotel. Pada kegiatan diskusi tersebut, peserta juga berkesempatan untuk menuliskan opini nya mengenai Sustainable Agriculture pada banner yang telah disiapkan oleh panitia, yang menandakan berakhirnya kegiatan ISG 2018.


BOMBAG! Limbah Siwalan Sebagai Solusi Kreatif, Mahasiswa TIP Juara 2

     Banten (Sabtu, 17/11) - Mahasiswa Teknologi Industri Pertanian Universitas Internasional Semen Indonesia berhasil meraih juara 2 dalam ajang Waste Treatment Competition 2018. Kompetisi ini diselanggarakan di Fakultas Teknik Universitas Sultan Agung Tirtayasa.

     Waste Treatment Competition 2018 dengan tema "Inovasi Terbarukan untuk Pemecahan Masalah Limbah dengan Kreatif dalam Pelestarian Masa Depan Bangsa" ini merupakan serangkaian kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati hari ulang tahun Program Studi Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas SUltan Agung Tirtayasa (UNTIRTA). Kompetisi ini pun berawal dar pengiriman penulisan abstrak setelah lolos seleksi abstrak kemudian dilanjutkan dengan pengiriman proposal. Melalui seleski pengiriman proposal dipilihlah 8 tim terbaik dari seluruh universitas di Indonesia yang nantinya akan mempresentasikan hasl karyanya, yaitu Universitas Internasional Semen Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Universitas Pertamina, Universitas Gadjah Mada, Universitas Diponegoro, Universitas Brawijaya, dan Universitas Sultan Agung Tirtayasa.

     Dengan mengangkat judul "BOMBAG - Tas Kertas Berbasis Limbah Pelepah Daun dan Sabut Buah Siwalan dengan Perekat Berbahan Gedebog Pisang" mengenai penanganan dan pengelolaan limbah buah siwalan di daerah Gresik menjadikan tim yang terdiri dari Syafrina Farahdillah, Gresita Fitaloka Sari dan Layliya Ramadhina Putri Afandi ini berhasil membawa pulang juara 2. Tiap anggota memili kesan tersendiri selama ajang lomba dan sampai mendapatkan juara 2. Semangat gengs!